PENGERTIAN BAHASA
Pengertian bahasa sehari-hari meliputi dua bidang yaitu:
a. bunyi
yang dihasilkan oleh alat-alat ucap dan bunyi itu
merupakan getaran yang bersifat fisik
yang merangsang alat
pendengar kita,
b.arti atau makna yang
tersirat dalam arus bunyi tadi;
makna adalah isi yang terkandung di dalam
arus bunyi
yang menyebabkan adanya reaksi itu.
Untuk
selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran.
perlu diingat bahwa tidak semua ujaran
atau bunyi yang dihasilkan alat ucap
manusia itu dapat dikatakan bahasa. (contoh )
Ujaran manusia
dapat dikatakan sebagai bahasa apabila mengandung makna, atau apabila dua orang
manusia atau lebih menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang
serupa.
Manusia adalah makhluk
sosial, perlu ber Interaksi dengan manusia
yang lainnya. Kegiatan berinteraksi ini membutuhkan
alat, sarana
atau media, yaitu bahasa. Sejak saat itulah
bahasa menjadi alat,
sarana
atau media.
Ada masyarakat
yang menggunakan suatu bahasa yang tidakkita pahami sama sekali, serta
mendengar percakapan antar penutur-penutur bahasa itu, maka kita mendapat kesan
bahwa apa yang merangsang alat pendengar
kita itu merupakan suatu arus bunyi yang disana-sini diselingi perhentian
sebentar atau lama menurut kebutuhan
dari penuturnya.
Bila percakapan
itu terjadi antara dua orang atau lebih,Akan
tampak pada kita bahwa sesudah seorang
menyelesaikan arus-bunyinya itu, maka yang lain akan mengadakan reaksi.
Reaksinya
dapat berupa: mengeluarkan lagi arus bunyi yang tak dapat
kita pahami itu, atau melakukan suatu tindakan tertentu.
Dengan demikian,
bentuk dasar bahasa adalah ujaran
mengatakan bahwa ujaranlah yang membedakan manusia makhluk lainnya.
Dengan ujaran inilah manusia mengungkapkan hal
yang nyata atau tidak, yang berwujud maupun yang kasat mata, situasi dan
kondisi
Untuk
selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran.Namun
perlu diingat bahwa tidak semua ujaran
atau bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia itu
dapat dikatakan bahasa. ( Contoh )
Ujaran manusia
dapat dikatakan sebagai bahasa apabila mengandung makna, atau apabila dua orang
manusia atau lebih menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang
serupa.
Setiap ujaran itu
mengandung makna atau tidak haruslah dari konvensi suatu kelompokmasyarakat
tertentu Setiap kelompok masyarakat bahasa, baik kecil maupun besar,
secara konvensional telah sepakat bahwa setiap
struktur bunyi ujaran tertentu akan
mempunyai arti tertentu pula.
Konvensi-konvensi
masyarakat itu akhirnya menghasilkan bermacam-macam satuan struktur bunyi yang
berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
Kesatuan-kesatuan
arus-ujaran tadi yang mengandung suatu makna tertentu secara bersama-sama
membentuk perbendaharaan kata dari suatu
masyarakat bahasa.
Perbendaharaan
kata-kata itu belum berfungsi apa-apabila belum ditempatkan dalam suatu arus
ujaran untuk mengadakan inter-relasi antar anggota-anggota masyarakat.
Jika tidak,
perbendaharaan kata-kata itu masih merupakan
barang mati.
Belum hidup.
Penyusunan kata
itupun harus mengikuti suatu kaidah bila diucapkan atau dilisankan akan diiringi dengan gelombang ujaran yang temponya cepat atau lambat,tekanan keras atau lembut,tinggi rendah
dan lafal yang tertentu.
Pengertian bahasa sehari-hari meliputi dua bidang yaitu:
a. bunyi
yang dihasilkan oleh alat-alat ucap dan bunyi itu
merupakan getaran yang bersifat fisik
yang merangsang alat
pendengar kita,
b.arti atau makna yang
tersirat dalam arus bunyi tadi;
makna adalah isi yang terkandung di dalam
arus bunyi
yang menyebabkan adanya reaksi itu.
Untuk
selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran.
perlu diingat bahwa tidak semua ujaran
atau bunyi yang dihasilkan alat ucap
manusia itu dapat dikatakan bahasa. (contoh )
Ujaran manusia
dapat dikatakan sebagai bahasa apabila mengandung makna, atau apabila dua orang
manusia atau lebih menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang
serupa.
Manusia adalah makhluk
sosial, perlu ber Interaksi dengan manusia
yang lainnya. Kegiatan berinteraksi ini membutuhkan
alat, sarana
atau media, yaitu bahasa. Sejak saat itulah
bahasa menjadi alat,
sarana
atau media.
Ada masyarakat
yang menggunakan suatu bahasa yang tidakkita pahami sama sekali, serta
mendengar percakapan antar penutur-penutur bahasa itu, maka kita mendapat kesan
bahwa apa yang merangsang alat pendengar
kita itu merupakan suatu arus bunyi yang disana-sini diselingi perhentian
sebentar atau lama menurut kebutuhan
dari penuturnya.
Bila percakapan
itu terjadi antara dua orang atau lebih,Akan
tampak pada kita bahwa sesudah seorang
menyelesaikan arus-bunyinya itu, maka yang lain akan mengadakan reaksi.
Reaksinya
dapat berupa: mengeluarkan lagi arus bunyi yang tak dapat
kita pahami itu, atau melakukan suatu tindakan tertentu.
Dengan demikian,
bentuk dasar bahasa adalah ujaran
mengatakan bahwa ujaranlah yang membedakan manusia makhluk lainnya.
Dengan ujaran inilah manusia mengungkapkan hal
yang nyata atau tidak, yang berwujud maupun yang kasat mata, situasi dan
kondisi
Untuk
selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran.Namun
perlu diingat bahwa tidak semua ujaran
atau bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia itu
dapat dikatakan bahasa. ( Contoh )
Ujaran manusia
dapat dikatakan sebagai bahasa apabila mengandung makna, atau apabila dua orang
manusia atau lebih menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang
serupa.
Setiap ujaran itu
mengandung makna atau tidak haruslah dari konvensi suatu kelompokmasyarakat
tertentu Setiap kelompok masyarakat bahasa, baik kecil maupun besar,
secara konvensional telah sepakat bahwa setiap
struktur bunyi ujaran tertentu akan
mempunyai arti tertentu pula.
Konvensi-konvensi
masyarakat itu akhirnya menghasilkan bermacam-macam satuan struktur bunyi yang
berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
Kesatuan-kesatuan
arus-ujaran tadi yang mengandung suatu makna tertentu secara bersama-sama
membentuk perbendaharaan kata dari suatu
masyarakat bahasa.
Perbendaharaan
kata-kata itu belum berfungsi apa-apabila belum ditempatkan dalam suatu arus
ujaran untuk mengadakan inter-relasi antar anggota-anggota masyarakat.
Jika tidak,
perbendaharaan kata-kata itu masih merupakan
barang mati.
Belum hidup.
Penyusunan kata
itupun harus mengikuti suatu kaidah bila diucapkan atau dilisankan akan diiringi dengan gelombang ujaran yang temponya cepat atau lambat,tekanan keras atau lembut,tinggi rendah
dan lafal yang tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar