Sabtu, 27 Juni 2015

Kajian Bahasa Indonesia di SD oleh DRA. Hj. Syamsiati.S.Pd. M.Pd

 PENGERTIAN BAHASA

 Pengertian bahasa  sehari-hari  meliputi dua bidang yaitu:
     a. bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat ucap dan bunyi itu
         merupakan getaran yang bersifat fisik yang merangsang alat
         pendengar kita,
     b.arti atau makna yang tersirat dalam arus bunyi tadi;
        makna adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi
        yang menyebabkan adanya reaksi itu.

Untuk selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran. perlu diingat bahwa tidak semua ujaran atau  bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia itu dapat dikatakan bahasa.  (contoh )

Ujaran manusia dapat dikatakan sebagai bahasa apabila mengandung makna, atau apabila dua orang manusia atau lebih menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang serupa.

Manusia adalah makhluk sosial,  perlu ber Interaksi dengan manusia yang lainnya.  Kegiatan berinteraksi ini membutuhkan alat, sarana
 atau media, yaitu bahasa. Sejak saat itulah bahasa menjadi alat,
sarana atau media.

Ada masyarakat yang menggunakan suatu bahasa yang tidakkita pahami sama sekali, serta mendengar percakapan antar penutur-penutur bahasa itu, maka kita mendapat kesan bahwa apa yang merangsang alat pendengar kita itu merupakan suatu arus bunyi yang disana-sini diselingi perhentian sebentar atau lama menurut kebutuhan
 dari penuturnya.

Bila percakapan itu  terjadi antara  dua orang  atau  lebih,Akan tampak  pada kita bahwa sesudah seorang menyelesaikan arus-bunyinya itu, maka yang lain akan mengadakan reaksi.

Reaksinya dapat berupa: mengeluarkan lagi arus bunyi yang tak dapat kita pahami itu, atau melakukan suatu tindakan tertentu.
Dengan demikian, bentuk dasar bahasa adalah ujaran mengatakan bahwa ujaranlah yang membedakan manusia makhluk lainnya.

 Dengan ujaran inilah manusia mengungkapkan hal yang nyata atau tidak, yang berwujud maupun yang kasat mata, situasi dan kondisi

Untuk selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran.Namun perlu diingat bahwa tidak semua ujaran  atau  bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia itu dapat dikatakan bahasa.  ( Contoh  )

Ujaran manusia dapat dikatakan sebagai bahasa apabila mengandung makna, atau apabila dua orang manusia atau lebih menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang serupa.

Setiap ujaran itu mengandung makna atau tidak haruslah dari konvensi suatu kelompokmasyarakat tertentu Setiap kelompok masyarakat bahasa, baik kecil  maupun  besar, secara konvensional telah sepakat bahwa  setiap  struktur bunyi ujaran tertentu akan mempunyai arti tertentu pula.

Konvensi-konvensi masyarakat itu akhirnya menghasilkan bermacam-macam satuan struktur bunyi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Kesatuan-kesatuan arus-ujaran tadi yang mengandung suatu makna tertentu secara bersama-sama membentuk perbendaharaan  kata  dari  suatu  masyarakat  bahasa.

Perbendaharaan kata-kata itu belum berfungsi apa-apabila belum ditempatkan dalam suatu arus ujaran untuk mengadakan inter-relasi antar anggota-anggota masyarakat.
Jika tidak, perbendaharaan kata-kata itu masih merupakan
barang mati. Belum hidup.

Penyusunan kata itupun harus mengikuti suatu kaidah bila diucapkan atau dilisankan  akan diiringi  dengan gelombang ujaran yang   temponya cepat atau  lambat,tekanan keras atau lembut,tinggi rendah dan lafal yang tertentu.

Pengertian bahasa  sehari-hari  meliputi dua bidang yaitu:
     a. bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat ucap dan bunyi itu
         merupakan getaran yang bersifat fisik yang merangsang alat
         pendengar kita,
     b.arti atau makna yang tersirat dalam arus bunyi tadi;
        makna adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi
        yang menyebabkan adanya reaksi itu.

Untuk selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran. perlu diingat bahwa tidak semua ujaran atau  bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia itu dapat dikatakan bahasa.  (contoh )

Ujaran manusia dapat dikatakan sebagai bahasa apabila mengandung makna, atau apabila dua orang manusia atau lebih menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang serupa.

Manusia adalah makhluk sosial,  perlu ber Interaksi dengan manusia yang lainnya.  Kegiatan berinteraksi ini membutuhkan alat, sarana
 atau media, yaitu bahasa. Sejak saat itulah bahasa menjadi alat,
sarana atau media.

Ada masyarakat yang menggunakan suatu bahasa yang tidakkita pahami sama sekali, serta mendengar percakapan antar penutur-penutur bahasa itu, maka kita mendapat kesan bahwa apa yang merangsang alat pendengar kita itu merupakan suatu arus bunyi yang disana-sini diselingi perhentian sebentar atau lama menurut kebutuhan
 dari penuturnya.

Bila percakapan itu  terjadi antara  dua orang  atau  lebih,Akan tampak  pada kita bahwa sesudah seorang menyelesaikan arus-bunyinya itu, maka yang lain akan mengadakan reaksi.

Reaksinya dapat berupa: mengeluarkan lagi arus bunyi yang tak dapat kita pahami itu, atau melakukan suatu tindakan tertentu.
Dengan demikian, bentuk dasar bahasa adalah ujaran mengatakan bahwa ujaranlah yang membedakan manusia makhluk lainnya.

 Dengan ujaran inilah manusia mengungkapkan hal yang nyata atau tidak, yang berwujud maupun yang kasat mata, situasi dan kondisi

Untuk selanjutnya arus bunyi itu kita namakan arus-ujaran.Namun perlu diingat bahwa tidak semua ujaran  atau  bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia itu dapat dikatakan bahasa.  ( Contoh  )

Ujaran manusia dapat dikatakan sebagai bahasa apabila mengandung makna, atau apabila dua orang manusia atau lebih menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang serupa.

Setiap ujaran itu mengandung makna atau tidak haruslah dari konvensi suatu kelompokmasyarakat tertentu Setiap kelompok masyarakat bahasa, baik kecil  maupun  besar, secara konvensional telah sepakat bahwa  setiap  struktur bunyi ujaran tertentu akan mempunyai arti tertentu pula.

Konvensi-konvensi masyarakat itu akhirnya menghasilkan bermacam-macam satuan struktur bunyi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Kesatuan-kesatuan arus-ujaran tadi yang mengandung suatu makna tertentu secara bersama-sama membentuk perbendaharaan  kata  dari  suatu  masyarakat  bahasa.

Perbendaharaan kata-kata itu belum berfungsi apa-apabila belum ditempatkan dalam suatu arus ujaran untuk mengadakan inter-relasi antar anggota-anggota masyarakat.
Jika tidak, perbendaharaan kata-kata itu masih merupakan
barang mati. Belum hidup.


Penyusunan kata itupun harus mengikuti suatu kaidah bila diucapkan atau dilisankan  akan diiringi  dengan gelombang ujaran yang   temponya cepat atau  lambat,tekanan keras atau lembut,tinggi rendah dan lafal yang tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar