Selasa, 30 Juni 2015

 SASTRA ANAK-ANAK

Sastra Anak-Anak
Pengertian Apresiasi Sastra Anak-anak
Untuk mehamai apresiasi sastra anak-anak perlu dipahamai dengan baik
kata apresiasi dan sastra anak-anak
 Apresiasi berasal dari bahasa Latin
apreciatio yang berarti “mengindahkan” atau menghargai”. Berarti secara harpiah apresiasi sastra adalah penghargaan terhadap karya sastra.
Munculnya penghargaan (yang positif) terhadap karya sastra  merupa kan manifestasi dari adanya pengetahuan tentang sastra, sejumlah :
   1.pengamalan emosional dan penajaman kognitif di bidang sastra,
      serta
   2.pengalaman keterampilan bersastra,baik secara reseptif maupun
      secara produktif .

Sastra anak-anak merupakan karya yang dari segi bahasa memiliki nilai estetis dan dari segi isi mengandung nilai-nilai yang dapat
memperkaya pengalaman ruhani bagi kalangan anak-anak.
Selain itu :mengungkapkan bahwa sastra anak-anak adalah karya
                 sastra (prosa, puisi,drama) yang isinya mengenai anak-
                 anak; sesuai kehidupan, kesenangan, sifat-

sifat, dan perkembangan anak-anak. membagi pengertian sastra anak-anak atas dua bagian, yakni sebagai berikut.:
     1. sastra anak-anak adalah sastra yang ditulis oleh  pengarang
         yang usianya remaja atau dewasa yangisi dan bahasanya
         mencerminkan corak kehidupan dan kepribadian anak.
     2. sastra anak anak adalah sastra yang ditulis oleh pengarang    
         Usianya masih tergolong anak-anak yang isi dan bahasanya
         mencerminkan corak kehidupan dan kepribadian anak.
Karya sastra yang dimaksud bukan hanya yang berbentuk
      1.puisi dan
      2.prosa, melainkan juga
      3.bentuk drama.
Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan apresiasi sastra anak-anak?
 “suatu kegiatan menggauli sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, pengehargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.”

Definisi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut  bahwa “apresiasi sastra mengandung tiga unsur inti:
        (a) aspek kognitif, (b) aspek emotif, (c) aspek evaluatif”.


(
Tingkatan Apresiasi Sastra.
(1) Tingkat menggemari, yang ditandai oleh adanya rasa tertarik kepada buku buku
       sastra serta keinginan membacanya dengan sungguh-sungguh, anak   melakukan kegiatan
       kliping sastra secara rapi, atau membuat koleksi pustaka mini tentang karya sastra dari
       berbagai bentuk.
(2) Tingkat menikmati, yaitu mulai dapat menikmati cipta sastra karena mulai tumbuh  
       pengertian, anak dapat merasakan nilai estetis saat membaca puisi anak-anak, atau
       mendengarakan deklamasi puisi/prosa anak-anak, atau menonton drama anak-anak.
(3) Tingkat mereaksi yaitu mulai ada keinginan utuk menyatakan pendapat tentang cipta
       sastra yang dinikmati misalnya menulis sebuah resensi, atau berdebat dalam suatu
       diskusi sastra secara sederhana. Dalam tingkat ini juga termasuk keinginan untuk
       berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sastra.
(4) Tingkat produktif, yaitu mulai ikut menghasilkan ciptasastra di berbagai media
       masih  seperti koran, majalah atau majalah dinding sekolah yang tersedia, baik dalam
       bentuk    puisi, prosa atau drama.

 Ada yang mengatakan apresiasi sastra atas lima tingkatan, yakni sebagai berikut:
         (1) Tingkat penikmatan, misalnya menikmati pembacaan/deklamasi puisi,
               menonton drama, mendengarkan cerita.
         (2) Tingkat penghargaan, misalnya memetik pesan positif dalam rita,mengagumi
               suatu karya sastra, meresapkan nilai-nilai humanistik dalam jiwa; menghayati
               amanat yang terkandung dalam puisi yang dibacanya atau yang dideklamasikan.
         (3) Tingkat pemahaman, misalnya mengemukakan berbagai pesan-pesan yang
               terkandung dalam karya sastra setelah menelaah atau menganalisis unsur
               instrinsik-ekstrinsiknya, baik karya puisi, prosa maupun drama anak-anak.
         (4) Tahap penghayatan, misalnya melakukan kegiatan mengubah bentuk karya
                sastra   tertentu ke dalam bentuk karya lainnya (parafrase), misalnya mengubah
                puisi ke  dalam bentuk prosa, mengubah prosa ke dalam bentuk drama, menafsirkan
                 menemukan hakikat isi karya sastra dan argumentasinya secara tepat.
          (5) Tingkat implikasi, misalnya mengamalkan isi sastra, mendayagunakan hasil
                apresiasi sasatra untuk kepentingan peningkatan harkat kehidupan,Tingkatan
                apresiasi yang dipaparkan dia atas mendorong kita untuk tidak sekedar
                menghasilkan karya sastra tetapi yang lebih penting adalah untuk dihayati dan
                diamalkan oleh peserta didik dalam kehidupannya.

Manfaat Apresiasi Sastra
 (a) melatih keempat keterampilan berbahasa,
 (b) menambah pengetahuan tentang pengalaman hidup manusia seperti adat
      istiadat, agama,  kebudayaan, dsb,
 (c) membantu mengembangkan pribadi,
 (d) membantu pembentukan watak,
 (e) memberikenyamanan,
 (f) meluaskan dimensi kehidupan dengan pengalaman baru.

Huck (1987) yang mengemukakan dua manfaat apresiasi sastra, yakni:
          (1) nilai personal: memberi kesenangan, mengembangkan imajinasi,memberi
                pengalaman yang dapat terhayati, mengembangkan pandangan ke arah persoalan
                kemanusiaan, menyajikan pengalaman yang bersifat emosional;
            (2) Nilai pendidikan: membantu perkembangan bahasa, meningkatkan       
                 kelancaran-   kemahiran membaca, meningkatkan keterampilan menulis,
                 mengembangkan    kepekaan terhadap sastra.

Manfaat apresiasi sastra yang dikemukakan tersebut, hanya untuk    
             (1) mengembangkan imajinasi,
             (2) mengembangkan pandangan ke arah persoalan kemanusiaan,
                  (3) meningkatkan keterampilan membaca-menulis 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar