SASTRA ANAK-ANAK
Sastra
Anak-Anak
Pengertian
Apresiasi Sastra Anak-anak
Untuk
mehamai apresiasi sastra anak-anak perlu dipahamai dengan baik
kata
apresiasi dan sastra anak-anak
Apresiasi berasal dari
bahasa Latin
apreciatio
yang berarti “mengindahkan” atau menghargai”. Berarti secara harpiah
apresiasi sastra adalah penghargaan terhadap karya sastra.
Munculnya
penghargaan (yang positif) terhadap karya sastra merupa kan manifestasi dari adanya pengetahuan
tentang sastra, sejumlah :
1.pengamalan emosional dan penajaman
kognitif di bidang sastra,
serta
2.pengalaman keterampilan bersastra,baik
secara reseptif maupun
secara produktif .
Sastra
anak-anak merupakan karya yang dari segi bahasa memiliki nilai estetis dan dari
segi isi mengandung nilai-nilai yang dapat
memperkaya
pengalaman ruhani bagi kalangan anak-anak.
Selain
itu :mengungkapkan bahwa sastra anak-anak adalah karya
sastra (prosa, puisi,drama)
yang isinya mengenai anak-
anak; sesuai kehidupan,
kesenangan, sifat-
sifat,
dan perkembangan anak-anak. membagi pengertian sastra anak-anak atas dua
bagian, yakni sebagai berikut.:
1. sastra anak-anak adalah sastra
yang ditulis oleh pengarang
yang usianya remaja atau dewasa
yangisi dan bahasanya
mencerminkan corak kehidupan dan
kepribadian anak.
2. sastra anak anak adalah sastra yang ditulis oleh pengarang
Usianya masih tergolong anak-anak yang
isi dan bahasanya
mencerminkan corak kehidupan dan
kepribadian anak.
Karya
sastra yang dimaksud bukan hanya yang berbentuk
1.puisi dan
2.prosa, melainkan juga
3.bentuk drama.
Apa
sesungguhnya yang dimaksud dengan apresiasi sastra anak-anak?
“suatu kegiatan menggauli
sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, pengehargaan, kepekaan
pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.”
Definisi
tersebut dapat digambarkan sebagai berikut bahwa “apresiasi sastra
mengandung tiga unsur inti:
(a) aspek kognitif, (b) aspek emotif, (c)
aspek evaluatif”.
(
Tingkatan
Apresiasi Sastra.
(1)
Tingkat menggemari, yang ditandai oleh adanya rasa
tertarik kepada buku buku
sastra serta keinginan membacanya dengan
sungguh-sungguh, anak melakukan
kegiatan
kliping sastra secara rapi, atau membuat
koleksi pustaka mini tentang karya sastra dari
berbagai bentuk.
(2)
Tingkat menikmati, yaitu mulai dapat menikmati cipta sastra karena mulai tumbuh
pengertian, anak dapat merasakan nilai
estetis saat membaca puisi anak-anak, atau
mendengarakan deklamasi puisi/prosa
anak-anak, atau menonton drama anak-anak.
(3)
Tingkat mereaksi yaitu mulai ada keinginan utuk menyatakan pendapat tentang cipta
sastra yang dinikmati misalnya menulis
sebuah resensi, atau berdebat dalam suatu
diskusi sastra secara sederhana. Dalam
tingkat ini juga termasuk keinginan untuk
berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sastra.
(4) Tingkat produktif, yaitu mulai ikut
menghasilkan ciptasastra di berbagai media
masih
seperti koran, majalah atau majalah dinding sekolah yang tersedia, baik
dalam
bentuk puisi, prosa atau drama.
Ada yang mengatakan apresiasi
sastra atas lima tingkatan, yakni sebagai berikut:
(1) Tingkat
penikmatan, misalnya menikmati pembacaan/deklamasi puisi,
menonton drama, mendengarkan cerita.
(2) Tingkat
penghargaan, misalnya memetik pesan positif dalam rita,mengagumi
suatu karya sastra, meresapkan
nilai-nilai humanistik dalam jiwa; menghayati
amanat yang terkandung dalam
puisi yang dibacanya atau yang dideklamasikan.
(3) Tingkat
pemahaman, misalnya mengemukakan berbagai pesan-pesan yang
terkandung dalam karya sastra
setelah menelaah atau menganalisis unsur
instrinsik-ekstrinsiknya, baik
karya puisi, prosa maupun drama anak-anak.
(4) Tahap
penghayatan, misalnya melakukan kegiatan mengubah bentuk karya
sastra tertentu ke dalam bentuk karya lainnya (parafrase),
misalnya mengubah
puisi ke dalam bentuk prosa, mengubah prosa ke dalam
bentuk drama, menafsirkan
menemukan hakikat isi karya
sastra dan argumentasinya secara tepat.
(5) Tingkat
implikasi, misalnya mengamalkan isi sastra, mendayagunakan hasil
apresiasi sasatra untuk
kepentingan peningkatan harkat kehidupan,Tingkatan
apresiasi yang dipaparkan dia
atas mendorong kita untuk tidak sekedar
menghasilkan karya sastra
tetapi yang lebih penting adalah untuk dihayati dan
diamalkan oleh peserta didik
dalam kehidupannya.
Manfaat
Apresiasi Sastra
(a) melatih
keempat keterampilan berbahasa,
(b) menambah pengetahuan tentang pengalaman hidup manusia seperti adat
istiadat, agama, kebudayaan, dsb,
(c) membantu mengembangkan pribadi,
(d) membantu pembentukan watak,
(e) memberikenyamanan,
(f) meluaskan dimensi kehidupan dengan pengalaman
baru.
Huck (1987) yang mengemukakan dua manfaat apresiasi sastra, yakni:
(1) nilai
personal: memberi kesenangan, mengembangkan imajinasi,memberi
pengalaman yang dapat
terhayati, mengembangkan pandangan ke arah persoalan
kemanusiaan, menyajikan pengalaman yang
bersifat emosional;
(2) Nilai
pendidikan: membantu perkembangan bahasa, meningkatkan
kelancaran- kemahiran membaca, meningkatkan keterampilan
menulis,
mengembangkan kepekaan terhadap sastra.
Manfaat
apresiasi sastra yang dikemukakan tersebut, hanya untuk
(1) mengembangkan imajinasi,
(2) mengembangkan pandangan ke arah persoalan kemanusiaan,
(3) meningkatkan
keterampilan membaca-menulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar